# Tipe Kebocoran Data
Kebocoran data terjadi ketika data pribadi terekspos, diakses, digunakan, atau dipindahkan secara tidak sah atau melawan hukum. Berikut adalah tipe-tipe kebocoran yang sering terjadi.
—
## 1. Unauthorized Access (Akses Tidak Sah)
Terjadi ketika pihak tidak berwenang mendapatkan akses ke data pribadi.
Contoh:
– hacker masuk ke database,
– karyawan melihat data di luar wewenang,
– API terbuka yang memberi akses ke publik.
—
## 2. Data Leakage (Eksposur Tidak Sengaja)
Kebocoran akibat kesalahan teknis atau kelalaian.
Contoh:
– bucket cloud disetel “public”,
– dokumen sensitif dikirim ke email salah,
– spreadsheet pengguna dibagikan tanpa masking.
—
## 3. Data Exfiltration
Pencurian data oleh pihak internal atau eksternal.
Contoh:
– karyawan menyalin data ke flashdisk,
– serangan malware mencuri kredensial.
—
## 4. Data Loss (Kehilangan Data)
Data terhapus atau rusak sehingga tidak dapat digunakan.
Contoh:
– server crash tanpa backup,
– ransomware mengenkripsi data.
—
## 5. System Compromise
Ketika sistem organisasi diambil alih pihak tidak berwenang.
Contoh:
– deface website,
– akses administratif server lain.
—
## 6. Vendor Breach (Kebocoran oleh Pihak Ketiga)
Sangat umum terjadi ketika:
– vendor cloud,
– payment gateway,
– penyedia CRM,
mengalami insiden.
Kebocoran data dapat terjadi dari berbagai sumber, sehingga pengamanan berlapis sangat diperlukan.